Rabu, 07 Februari 2007
Sekilas Sejarah Tentang Diploma Mesin FT-UGM
Program Diploma Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, telah melampaui beberapa proses administratif dan proses edukasi, sejak Pendidikan Ahli Teknik 1977, kemudian menjadi Fakultas Non Gelar Teknologi pada tahun 1983, dan akhirnya menjadi Program Studi di bawah jurusan Teknik Mesin UGM, mulai tahun 1991 sampai sekarang. Dalam kurun waktu tersebut telah pula terjadi bentuk dan cara pembelajaran. Dosen-dosen di Program Diploma pada umumnya adalah lulusan sarjana yang lebih berbasis akademis dan belum dikukung dengan sarana yang memadai, maka proses pembelajaran dari semula sampai kira-kira tahun 1997 masih lebih bernuansa akademis. Pembelajaran cara akademis jelas tidak sesuai dengan tujuan pendidikan diploma. Pendidikan Diploma atau politeknik lebih berorientasi ke profesional. Profesional bukan berarti tanpa dasar akademis, tetapi bobot professional harus lebih besar dalam pendidikan profesional. Bobot praktikum dibanding dengan bobot teori adalah berkisar 70:30.
Adanya tuntutan dari dunia industri akan kebutuhan tenaga kerja lulusan diploma III yang sangat besar terutama di bidang mechanical, maka dibutuhkan lulusan-lulusan yang siap bersaing ketika mereka terjun dalam persaingan dunia kerja nantinya. Olehnya Program Diploma Teknik Mesin telah mempersiapkan lulusannya dengan kemampuan teknis (skill) dan pengetahuan teknis (knowledge) yang memadai. Namun ini belum cukup untuk memenangkan persaingan dunia kerja , Olehnya Program diploma Teknik Mesin juga membekali dengan kemampuan dan kecakapan komunikasi terutama dalam Bahasa Inggris.
Program Diploma Fakultas Teknik UGM menyelenggarakan pendidikan diploma III Teknik Mesin dengan menerapkan pendidikan yang mengacu pendidikan di Politeknik Negeri dengan tujuan mendidik generasi muda lulusan SMU, SMK dan kejuruan sejenis menjadi tenaga menengah profesional yang dapat mengembangkan diri dan mengisi lapangan kerja industri. Lulusan program ini juga diharapkan mampu bersaing secara global karena mereka dibekali kemampuan Bahasa Inggris yang cukup.
Dunia kerja teknik menunjukkan seorang Sarjana Teknik dalam melaksanakan pekerjaan membutuhkan dukungan tenaga profesional Ahli Madya, dengan perbandingan kira-kira satu berbanding limabelas. Dari paparan di atas nyata bahwa prospek lulusan diploma Teknik Mesin di dalam Industri sangat cerah.
Program Diploma Teknik Mesin UGM menawarkan dua konsentrasi, yaitu konsentrasi Proses Produksi (manufacture) dan konsentrasi teknik Otomotif, dan pada tahun 2004 telah dibuka Pusdiklat Suzuki Gadjah Mada, sebagai kerjasama antara industri dan Perguruan Tinggi. Namun dalam beberapa tahun mendatang akan dilakukan penambahan konsentrasi baru diantaranya: Mekatronika dan Mechanical Electrical bulding.Ini sebagai wujud keseriusan pihak Program Diploma Teknik Mesin untuk mengembangkan kerjasama dengan pihak industri.